Mitra10 Dorong Gaya Hidup Berkelanjutan Melalui Program Tukar Tambah Elektronik Ajakan bagi masyarakat untuk bergerak menuju gaya hidup rendah emisi melalui partisipasi aktif dalam pengelolaan elektronik bekas

Jakarta, 20 Agustus 2025 - Teknologi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat modern, dengan berbagai produk elektronik yang memudahkan aktivitas sehari-hari. Namun, di balik manfaatnya, muncul pula tantangan serius terkait banyaknya elektronik bekas yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan laporan The Global E-Waste Monitor yang dirilis oleh United Nations Institute for Training and Research (UNITAR), total elektronik bekas global mencapai 64 juta ton pada tahun 2022, mengalami kenaikan sebesar 82% dibandingkan tahun 2010. Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa pertumbuhan elektronik bekas terjadi lima kali lebih cepat dibandingkan dengan proses daur ulang yang terdokumentasi, memperlihatkan kesenjangan besar dalam pengelolaan elektronik bekas secara global.

 

UNITAR juga mencatat bahwa pada tahun 2022, jumlah elektronik bekas di Indonesia telah mencapai 1,9 miliar kilogram, atau setara dengan 6,9 kilogram per kapita. Dengan jumlah tersebut, Indonesia menempati peringkat pertama sebagai penghasil sampah elektronik terbanyak di kawasan Asia Tenggara, dan peringkat keempat di benua Asia. Sebagai upaya untuk mengatasi hal ini, Pemerintah Indonesia telah menetapkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 27 Tahun 2020 yang salah satunya membahas mengenai sampah elektronik, guna memastikan pengelolaan yang tepat agar tidak merusak lingkungan maupun membahayakan kesehatan masyarakat. Selain itu, melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) Nomor 9 Tahun 2024, setiap individu yang menghasilkan elektronik bekas diwajibkan untuk mengurangi dan menanganinya secara bertanggung jawab.

SCG, pemimpin bisnis regional, bersama salah satu perusahaan afiliasinya, Mitra10 (PT Catur Mitra Sejati Sentosa), yang berada di bawah naungan PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP), meluncurkan program “Trade-In: Tukar Baru, Tambah Seru!”, sebuah inisiatif yang dihadirkan sebagai solusi nyata dalam mengatasi permasalahan penumpukan elektronik bekas di Indonesia. Melalui program ini, masyarakat diajak untuk berpartisipasi aktif dalam aksi mengurangi elektronik bekas dengan menukarkan barang elektronik yang sudah tidak digunakan di 14 toko Mitra10 yang tersebar di wilayah Jabodetabek dan mendapatkan voucher potongan harga hingga Rp500.000. Mitra10 bekerjasama dengan Rekosistem sebuah perusahaan yang menawarkan jasa pengelolaan sampah. Rekosistem dipilih sebagai mitra resmi daur ulang dalam program Trade-In ini karena kesamaan visi dalam mendorongpengelolaan elektronik bekas yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Rekosistem dipercaya dapat membantu memperluas jangkauan program sekaligus memastikan proses pengelolaan dapat dilakukan dengan baik.

Warit Jintanawan, Country Director SCG Indonesia, menegaskan komitmen SCG serta dukungannya terhadap program Trade-In yang diinisiasi oleh Mitra10. “Kami di SCG meyakini bahwa program Trade-In dari Mitra10 dapat menjadi langkah efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu peningkatan elektronik bekas, sekaligus mendorong partisipasi aktif dalam mengurangi penumpukan elektronik bekas di tempat pembuangan akhir. Selaras dengan prinsip ESG 4 Plus, kami percaya bahwa inisiatif ini merupakan wujud kontribusi nyata dalam mewujudkan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan, serta mendorong terbentuknya sistem pengelolaan elektronik bekas yang lebih sirkular” jelas Warit.

SCG dan Mitra10 Menghadirkan Program Trade-In untuk Membawa Solusi Penumpukan Elektronik Bekas

Mitra10 meluncurkan program bertajuk “Trade-In: Tukar Baru, Tambah Seru!” yang mengajak konsumen untuk menukarkan barang elektronik lama mereka di 14 toko Mitra10 yang tersebar di wilayah Jabodetabek. Seluruh barang elektronik yang terkumpul akan dipilah dan dikelola secara bertanggung jawab bekerja sama dengan Rekosistem, selaku recycle partner resmi Mitra10. Sebagai bentuk apresiasi, pelanggan yang berpartisipasi dalam program ini berhak mendapatkan voucher potongan harga hingga Rp500.000 untuk setiap penukaran produk elektronik lama mereka.

Indra Gunawan, Director Mitra10, menegaskan, “Program ini merupakan wujud nyata komitmen kami dalam mendorong penerapan gaya hidup ramah lingkungan, sekaligus bentuk dukungan terhadap upaya Pemerintah Indonesia dalam pengelolaan elektronik bekas. Melalui program ini, kami berupaya mengurangi jumlah barang elektronik yang berakhir di tempat pembuangan akhir dan mendukung terciptanya sistem pengelolaan elektronik bekas yang lebih berkelanjutan.”

Mitra10 menyediakan tiga opsi sistem Trade-In yang fleksibel bagi pelanggan yang ingin menukarkan barang elektronik mereka.

  1. Mengantar Langsung ke Toko Mitra10: Pelanggan dapat membawa langsung barang elektronik yang ingin ditukarkan ke toko Mitra10 terdekat. Barang yang diserahkan akan ditukarkan dengan voucher potongan harga, disesuaikan dengan jenis produk elektronik yang dibawa.
  2. Mengunjungi Toko Mitra10: Pelanggan dapat membuat janji temu dengan tim Mitra10 untuk penjemputan barang elektronik langsung dari rumah. Setelah konfirmasi, tim Mitra10 bersama Rekosistem akan datang sesuai dengan lokasi dan waktu yang telah dijadwalkan.
  3. Mengisi Formulir Electronic Pickup: Pelanggan juga dapat mengajukan penjemputan barang elektronik melalui formulir daring di tautan http://bit.ly/RekoHouseholdPickup. Setelah seluruh data diisi dan dikirim, tim Rekosistem akan menghubungi pelanggan dan melakukan penjemputan sesuai informasi yang telah dikirimkan.

 

Ketiga opsi sistem Trade-In ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi pelanggan dalam menyerahkan barang elektronik bekas untuk kemudian didaur ulang oleh perusahaan bersama mitra. “Kami di Mitra10 siap menyambut partisipasi masyarakat Indonesia dalam menyerahkan berbagai jenis barang elektronik yang sudah tidak terpakai, untuk kemudian diproses dan diolah menjadi barang yang bernilai guna kembali. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen kami bersama SCG dalam menghadirkan solusi nyata untuk mengurangi penumpukan elektronik bekas di tempat pembuangan akhir, sekaligus memperkuat sistem dekarbonisasi yang bersifat sirkular,” tambah Indra.

These three Trade-In options are expected to provide customers with convenient ways to hand over their used electronic items, which will then be recycled by the company in collaboration with its partners. “At Mitra10, we are ready to welcome the participation of the Indonesian public in submitting various types of unused electronic items, which will then be processed and repurposed into valuable products. This initiative is part of our joint commitment with SCG to deliver tangible solutions in reducing the accumulation of electronic waste in landfills, while also strengthening a circular decarbonization system,” added Indra.

Program Trade-In dari Mitra10 memiliki visi yang sejalan dengan prinsip ESG 4 Plus, yang merupakan strategi bisnis dari SCG dalam mewujudkan pertumbuhan hijau yang berkelanjutan, atau disebut sebagai Inclusive Green Growth. Adapun 4 nilai utama dari prinsip tersebut: mencapai nol bersih emisi (Set Net Zero), menciptakan produk-produk ramah lingkungan dan mewujudkan industri hijau (Go Green), menekan kesenjangan sosial (Reduce Inequality), dan merangkul kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan (Embrace Collaboration), dilengkapi dengan nilai transparansi dan tata kelola yang baik (Plus).

***

 

Tentang SCG

SCG merupakan pemimpin bisnis regional dengan lini bisnis utama; Cement & Green Solutions, Smart Living, Decor, Distribution & Retail, Packaging, Chemicals, Cleanergy (Clean Energy), Logistics, dan Investment. SCG berupaya menjawab kebutuhan yang beragam dari pelanggan melalui kemitraan kolaboratif dan pengembangan produk, layanan, dan solusi yang inovatif.

 

SCG memulai operasi bisnis di Indonesia sejak 1992 dengan membuka perdagangan dan secara bertahap mengembangkan investasinya dalam bisnis yang berbeda pada industri semen, bahan bangunan, bahan kimia, dan kemasan. Hingga hari ini, SCG memiliki total 38 perusahaan di seluruh Indonesia dengan lebih dari 8.000 karyawan.

 

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:

 

Amanda Utari

Brand and Communications Manager – PT SCG Indonesia

Phone: +6281110689798, Email: amandadwi@scg.com

 

Tentang PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP)

CSAP adalah perusahaan Distribusi dan Ritel bahan bangunan terbesar dan independen di Indonesia. Selain bahan bangunan, CSAP juga mendistribusikan Consumer Goods (FMCG) dan produk bahan kimia. CSAP saat ini memiliki 50 Cabang Distribusi Bahan Bangunan di 40 kota besar, 57 Area Distribusi FMCG, 5 Cabang Distribusi Bahan Kimia, 50 outlet ritel modern “Mitra10”, gerai Bahan Bangunan & Perlengkapan Rumah, serta 23 showroom furnitur “Atria”.